Pengecekan gua Uhallie dan gua Batti
berawal dari laporan penemuan situs gua prasejarah oleh Jurusan
Arkeologi UNHAS ke pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3)
Makassar melalui surat bernomor 0345/b/K/9/2011. Laporan itu sendiri
bersumber dari informasi penemuan situs gua yang diindikasi memiliki
tinggalan purbakala oleh salah satu anggota MAPALA TEKNIK UNHAS pada
tanggal 26 September 2011 bernama Ronal. BP3 Makassar kemudian membentuk
tim yang terdiri dari 3 orang staf BP3 Makassar dan 1 orang staf
Jurusan Arkeologi UNHAS melalui surat penugasan bernomor
KP.105/1247/BPPP.MKS/KKP/2011 untuk melakukan pengecekan terkait laporan
temuan tersebut.
Hasilnya
ditemukan sebuah gua prasejarah yang oleh masyarakat sekitar kenal
dengan nama Liang Uhallie (Liang=gua dalam bahasa bugis). Gua Uhallie
sendiri masuk dalam wilayah administrasi Dusun Kalukkue, Desa Langi,
Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Berada
pada posisi astronomis 05o 01' 14.4" Lintang Selatan dan 119o 58' 44.5" Bujur Timur pada ketinggian sekitar 635 meter di atas permukaan laut.
Temuan
arkeologis yang ditemukan berupa gambar cap tangan berbagai bentuk,
ukuran dan posisi, serta beberapa lukisan berbentuk menyerupai hewan
seperti babi dan anoa. Tanda-tanda kekunoan/ketuaan lukisan bisa
terlihat dari warna lukisannya yang telah memudar dan terlihat menyatu
dengan bidang gambarnya/dinding gua. Yang paling penting dalam konteks
pelestarian adalah kondisi sebagian besar lukisan yang ditemukan pada
gua ini masih relatif utuh atau ter-preservasi dengan sangat baik.
Berhubung pengecekan yang dilakukan sifatnya hanya observasi awal, maka
gambaran yang diperoleh dan cakupannya hanya pada identifikasi temuan
permukaan dan deskripsi singkat mengenai potensi arkeologis yang
dikandung gua Uhallie.
Sumber:
http://disbudparbone.blogspot.com/2012/02/temuan-situs-gua-prasejarah-di-desa.html#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar