Kamis, 19 Agustus 2021

POTENSI GULA AREN DIBONTOCANI

Pohon aren di Bonto Cani sangat banyak sekali, seperti di Desa Langi, Bana, Pattuku,hampir tersebar diseluruh desa di Bontocani.  

Gula aren diperoleh dengan menyadap tandan bunga jantan yang mulai mekar dan menghamburkan serbuk sari yang berwarna kuning. Tandan ini mula-mula dimemarkan dengan memukul-mukulnya selama beberapa hari, hingga keluar cairan dari dalamnya. Tandan kemudian dipotong dan di ujungnya digantungkan tahang bambu untuk menampung cairan yang menetes.

Cairan manis yang diperoleh dinamai nira (alias legen atau saguer), berwarna jernih agak keruh. Nira ini tidak tahan lama, maka tahang yang telah berisi harus segera diambil untuk diolah niranya; biasanya sehari dua kali pengambilan, yakni pagi dan sore.

Setelah dikumpulkan, nira segera dimasak hingga mengental dan menjadi gula cair. 

Selanjutnya, ke dalam gula cair ini dapat dibubuhkan bahan pengeras (misalnya campuran getah nangka dengan beberapa bahan lain) agar gula membeku dan dapat dicetak menjadi gula aren bongkahan (gula gandu). Atau, ke dalam gula cair ditambahkan bahan pemisah seperti minyak kelapa, agar terbentuk gula aren bubuk (kristal) yang disebut juga sebagai gula semut.

Di banyak daerah di Indonesia, nira juga biasa difermentasi menjadi semacam minuman beralkohol yang disebut tuak atau di daerah timur juga disebut saguer. Tuak ini diperoleh dengan membubuhkan satu atau beberapa macam kulit kayu atau akar-akaran (misalnya kulit kayu nirih (Xylocarpus) atau sejenis manggis hutan (Garcinia)) ke dalam nira dan membiarkannya satu sampai beberapa malam agar berproses. Bergantung pada ramuan yang ditambahkan, tuak yang dihasilkan dapat berasa sedikit manis, agak masam atau pahit.

Dengan membubuhkan bahan yang lain, atau dengan membiarkan begitu saja selama beberapa hari, nira dapat berfermentasi menjadi cuka. Cuka dari aren ini kini tidak lagi populer, terdesak oleh cuka buatan pabrik.

Nira mentah (segar) bersifat pencahar (laksativa), sehingga kerap digunakan sebagai obat urus-urus. Nira segar juga baik sebagai bahan campuran (pengembang) dalam pembuatan roti.

SUMBER BACAAN: 

https://id.wikipedia.org/wiki/Enau

Minggu, 21 Februari 2016

POTENSI TAMBANG BONTOCANI

Bontocani merupakan daerah yang berada  diatas 1000 mdpl. Sumber daya alam berlimpah. Hanya saja potensinya belum dikelolah maksimal. Salah satu kendala saat ini adalah jalan yang rusak. Hal ini terjadi karena kemiringan jalan yang tajam. Sebenarnya sudah sering diperbaiki oleh pemerintah. Cuma karena sering longsor, menyebabkan jalan cepat rusak. 

Saat tambang dibuka maka perlu dicarikan jalan alternatif supaya jalan utama tidak rusak saat tambang berjalan. 

POTENSI BAHAN GALIAN MINERAL DAN BATUAN KABUPATEN BONE TAHUN 2013

No.
Bahan Galian
Lokasi (Kec./Desa)
Sifat Kimia dan Pembentukannya
Potensi Kandungan
1.
Batubara
Lappariaja (Pattukku Limpoe, Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kajuara (Lappabosseng), Kahu (Nusa)
1 – 4% Belerang
8 – 11% Kadar Air
20 – 36% Abu
5.100 – 6.800 Kalori
4.626.000 Ton
2.
Mangan
Ponre (Mappesangka Turuadae), Libureng (Mallinrung), Salomekko (Tebba, Ulubalang, Mappatoba) dan Bontocani (Dusun Pakkelangi)
Float Pirolusit
Float Psilomelan
67.281 Ton
Bontocani dalam bentuk Ferromangan 10 Juta Ton
3.
Tembaga
Libureng (Camming, Pationgi), Ponre (Mattirobulu, Mappesangka), dan Patimpeng (Talabangi), Tonra (Desa Samaenre)
10% Cu
13,4% Mn
16% Pb
300 gram/ton Ag
Belum diketahui
4.
Emas Perak
Libureng (Camming, Pationgi), Ponre (Mattirobulu, Mappesangka), dan Patimpeng (Talabangi)
Pengaruh  Intrusi Buatan
Belum diketahui
5.
Bijih Besi
Bontocani (Dusun Pakke Desa Langi, Dusun Tanjung Kel. Kahu, dan Dusun Marara Kel. Kahu), Matajang (Kahu), Libureng (Mallinrung).
Magnetit
Hematit
116.682.200 Ton
6.
Pasir Kuarsa
Lappariaja (Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kahu (Nusa), Kajuara (Lemo), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu)
Warna putih kotor hingga kuning kecoklatan, berbutir sedang-kasar kandungan SiO2 95,75%
12.844.000 Ton
7.
Tanah Liat
Lappariaja (Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kahu (Nusa), Kajuara (Lemo), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu)
3,21 – 8,85% Al2O3
1,78 – 3,13% Fe2O3
0,10 – 2,62% MgO
51,33 – 82,85% SiO2
Lappariaja (10 Jt m3)
Cina (10 Jt m3)
Bukaka (1 Jt m 3)
8.
Batu Kapur
Ajangale, Amali, Dua Boccoe, Ulaweng, Palakka, Barebbo
Batu Gamping Taccipi
Formasi Walanae
Jutaan m3
9.
Marmer
Bontocani (Watangcani), Ulaweng (Lilina Ajangale), Tonra Kahu (Bontopadang)
Batu Gamping Formasi Tonasa yang terpengaruh tektonik
1.068.375.000 Ton
631.625.000 Ton
Tonra Belum diketahui
10.
Kaolin
Bontocani, Kajuara
Pengaruh Intrusi Diorit, Trakhit dan Granodiorit
Belum diketahui
11.
Sirtu
Kajuara, Salomekko, Bengo, Ponre, Lappariaja, Lamuru, Tanete Riattang Barat, Bontocani, Libureng, Tonra, Mare, Cina, Kahu, Awangpone
Endapan Alluvium sungai
Belum diketahui
12.
Batu Gamping
Bontocani (Watangcani, Mattirowalie, Langi, Pattukku)
Formasi Tonasa
1.873.400.000 m3
13.
Batu Gamping
Ponre (Pattimpa, Poleonro), Libureng (Mallinrung)
Formasi Tacipi
202.376.000 m3
3.750.000 m3
14.
Batu Gamping
Cina (Ajangpulu)
Formasi Dolomitan
23.250 m3
15.
Rhiolit
Tonra (Gareccing, Bone Pute)
Pengaruh Intrusi Buatan Beku
160 Ha
16.
Granit
Kahu (Cakkela), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu, Dusun Bana dan Bulu Rojeng)
Pengaruh Intrusi Buatan Beku
92.160.000 m3
17.
Batu Sabak
Kahu (Biru)
Pengaruh Intrusi Buatan
20.800.000 m3
18.
Propilit
Kahu (Pammusureng)
Pengaruh Intrusi Buatan
374.400.000 m3
19.
Basal
Libureng (Bukit Waru), Tonra (Bulu-Bulu, Bukit Masalle)
Pengaruh Intrusi Buatan
23.000.000 m3
15.000.000 m3
20.
Kalsit
Bontocani (Bulu Koba, dan Dusun Lita Watangcani)
Formasi Tonasa
Belum diketahui
21.
Pasir Halus
Ajangale (S.Walanae Pompanua, Welado, Wanuae), Dua Boccoe (S. Walanae Desa Tawaroe) dan Cenrana (S. Cenrana)
Endapan Aluvium Sungai
240.000 m3
180.000 m 3
Belum diketahui
22.
Dolomit
Tellusiattinge (Desa Lanca), Ulaweng (Desa Tadangpalie) dan Amali (sebelah timur Dusun Bila)
Mineral dominan pada Batu Gamping/ Batu Kapur Dolomitan
Pengelolaan sekitar 6 Ha
23.
BatuGamping/ Batu Gunung
Ulaweng (Bulu Pucu, Watanggalung), Palakka (Pasempe, Akkancenre, Wakkae), Barebbo Bulu Sabung, Bacu, Lampoko, Bulu Lampoko, Wollangi, dan Bulu Assalange)
Batu Gamping Taccipi Anggota Formasi Walanae
Berdasarkan Pengelolaan
24.
Sirtu, Pasir Kasar
Cenrana (S.Cenrana), Tanete Riattang Barat (S.Cabalu, S.Paccing), Palaka (S.Palakka, S.Tanah Tengnga, S.Pasempe), Barebbo (S.Lapellang, S.Lewari), Sibulue (S.Pattiro, S.Ballien), Cina (S.Sancereng), Mare (S.Jamporo, S.Lakukang, S.Salangketo, S.Bakeaju), Tonra (S.Rumpia), Salomekko (S.Mekko), Kajuara (S.Barakkae, S.Tobunne)
Endapan Aluvium Sungai
Belum diketahui

Sumber Data :

1. DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN BONE TAHUN 2013
2. Geologi Lembar Pangkajene dan Watampone, Rab. Sukamto 1982
3. GTL untuk pengembangan Wilayah Prop. Sul-Sel oleh Darwis Falah. Dkk, 1990
4. Laporan Evaluasi Geologi Lingkungan Kawasan Pertambangan Kab. Bone
5. Ringkasan Ekslusif Pemaparan Hasil Inventarisasi Bahan Galian Mineral
6. Laporan Inventarisasi dan Pemetaan Potensi Pertambangan Kab. Bone Tahun 2000
7. Laporan Inventarisasi Batuan dan Mineral Dinas ESDM Kab. Bone Tahun 2012

SUMBER WEB:

http://kppm.bone.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=54:nullam-at-tellus-vel-elit-viverra-porttitor&catid=80:peluang-investasi&Itemid=127 

IKAN MASAPI BANYAK DI JUMPAI DI DESA PATTUKU, LANGI DAN SEKITARNYA

   Hasil gambar untuk GAMBAR IKAN MASAPI             


 Masih sedikit orang yang tahu apa itu sidat. Di setiap daerah namanya memang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya ikan masapi (Bugis), ikan moa (Betawi), ikan lubang (Sunda), ikan pelus (Lampung), dan lainnya. Meski bukan komoditas baru di bidang perikanan, namun karena tidak banyak di budidayakan, maka popularitasnya kalah dengan ikan konsumsi lainnya. Padahal di negara lain seperti Jepang dan Korea ikan sidat ini menjadi lauk favorit di restoran dimana mereka menyabutnya sebagai unagi.

Jenis Sidat

7 dari 18 jenis sidat di dunia terdapat di Indonesia. Namun diantara 7 jenis itu hanya 2 jenis yang paling populer dan memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Bicolor adalah salah satu jenis sidat yang sumber bibitnya berasal dari Jawa (Sukabumi, Cilacap, Jember) dan bibit terbaik banyak ditemukan di sekitar Pelabuhan Ratu, sukabumi, Jawa Barat. Sidat yang memiliki warna hitam kecoklatan polos ini juga sering disebut dengan sidat anjing yang sangat diminati orang Jepang.

Sementara itu jenis sidat lain yang yang tak kalah populer adalah dari jenis marmorata. Sidat jenis ini berwarna hitam kecoklatan dengan corak seperti batik, sering juga disebut dengan sidat kembang. Sumber bibit umumnya diluar pulau Jawa seperti Sulawesi dan Kalimantan. Namun bibit terbaik banyak ditemukan di Poso. Menariknya harga jual Marmorata 2-3 kali lebih mahal dari jenis bicolor dan lebih disukai orang Indonesia, Korea dan Taiwan.

Sekilas sidat nampak mirip dengan belut, namun tubuh sidat lebih memanjang dan memiliki kapala berbentuk segi tiga serta memiliki empat sirip dibagian dada yang sering disebut telinga, dubur, punggung dan ekor. Memiliki sisik yang sangat halus dan tubuhnya ditutupi lendir.

Sidat memiliki siklus hidup di laut akan memijah dan akan berpindah ke muara dan hidup di sungai sejak menetas hingga dewasa. Saat migrasi inilah bibit sidat di tangkap di genangan air payau hingga sungai untuk kemudian dibesarkan di kolam pembesaran dan diberi pakan secara intensif hingga umur dewasa dan siap dijual ke pihak eksportir.SUMBER :http://www.eelsidatindonesia.com/p/segala-info-tentang-sidat.html

BONTOCANI PENGHASIL KEMIRI TERBESAR DI BONE

Produksi Kemiri setiap tahun rata-rata 6.892 Ton dengan luas areal 9.145 Ha tersebar di 27 Wilayah Kecamatan. Wilayah penghasil kemiri terbesar ialah Kecamatan Bontocani sebanyak 4.435 ton pertahun, diikuti masing-masing kecamatan Lappariaja sebanyak 448 ton, Kecamatan TellulimpoE sebanyak 408 ton. (http://www.slideshare.net/gitabugis/pesona-komoditi-unggulan-agribisnis-bone)

 Manfaat Kemiri untuk Kesehatan dan Kecantikan

kemiri

Kemiri (nama binomial: Aleurites moluccana) adalah tumbuhan alam yang pada biji buah mengandung minyak esensial. Merupakan rempah-rempah mudah dijumpai di tanah air yang lebih sering dijadikan sebaga bumbu masakan. Area tumbuh pohon kemiri lebih cocok pada negara tropis seperti Asia Tenggara (India, Cina, dan Indonesia).

Di beberapa daerah kemiri mendapatkan julukan berbeda, seperti kembiri, kemili, hambiri, gambiri, kemiling, buah kaleh, keminting, muncang, dan masih banyak lagi. Kemiri diperkirakan berasal dari negara bagian Hawaii, tetapi tidak diketahui pasti darimana daerahnya.
Selain menjadi bumbu masak, kemiri dapat dijadikan obat, terutama jika berbentuk minyak kemiri. Umumnya fungsi obat dari kemiri berfungsi untuk kesuburan, contohnya mempercepat tumbuh rambut yang mengalami kebotakan. Tetapi ada juga yang memanfaatkannya untuk mengobati penyakit seperti diare, sariawan, sakit perut, disentri, demam, dan sakit gigi.
Kehebatan kemiri tadi erat kaitannya dengan kandungan gizi seperti lemak, karbohidrat, dan protein yang terdapat di dalamnya. Di tambah dengan beberapa vitamin membuat kemiri tersohor di berbagai negara. Menurut Harjiyanto (pemerhati obat alam) senyawa seperti polifenol, flavonoid, dan saponin adalah zat yang baik bagi kesehatan tubuh yang tertanam dalam tanaman ni.

Manfaat Kemiri untuk Rambut

Bicara soal manfaat, kemiri memang tepat jika dijadikan bahan alami untuk menyehatkan rambut. Berikut beberapa khasiat kemiri untuk rambut yang menjadikannya banyak diminati warga.
Memberikan Warna Hitam Alami pada Rambut
Di salon Anda bisa menghitamkan rambut, tetapi efek sampingnya masih belum diketahui. Selain itu memilih untuk memberikan warna hitam pekat pada rambut di salon jauh mengikis dompet, maka dari itu tidak ada salahnya Anda memanfaatkan kemiri.
Beli saja minyak kemiri, atau buat sendiri dengan cara memanggang kemiri hingga gosong dan ambil minyaknya agar siap dioleskan pada rambut. Pastikan memoles secara rata, dan lakukan hingga hasil terlihat. Rambut akan lebih hitam pekat dengan metode alami, selan itu juga memberikan warna kilau pada rambut. Lihat juga artikel mengenai cara menghitamkan rambut dengan bahan alami.
Manfaat Kemiri Mengatasi Kerontokan Rambut
Tiap hari rambut akan mengalami kerontokan, jumlah wajarnya kisaran 7 – 10 helai. Jika melebihi angka tersebut menandakan Anda mengalami masalah dengan rambut rontok.
Kemiri bersedia membantu Anda, cukup mengoleskan minyak kemiri hingga akar rambut secara menyeluruh dapat memperkuat rambut dan menghindarinya dari masalah kerontokan.
Manfaat Kemiri Mempercepat Laju Tumbuh Rambut
Pertumbuhan rambut tidak bisa dipastikan kapan waktunya, Anda hanya perlu sabar dan rutin menjalani langkah yang diharuskan. Sebetulnya masalah pertumbuhan rambut (kesuburan) tergantung pada hormon dan keturunan. Tetapi tidak ada salahnya Anda memaksimalkan dengan memanfaatkan kemiri agar rambut cepat tumbuh dan panjang.
Manfaat Kemiri Menebalkan Rambut
Tepis masalah rambut tipis dengan memberkan nutrisi atau vitamin untuk rambut. Tak melulu vitamin yang harus beli, Anda bisa mengolah kemiri untuk membuat rambut lebih tebal. Baca artiel khusus tentang cara menyuburkan rambut dengan bahan-bahan alami yang bisa dibuat sendiri di rumah.
Manfaat Kemiri Mengatasi Rambut Beruban
Wajar jika tumbuh uban (rambut putih) saat memasuki usia 50 tahun ke atas. Tetapi apabila masih muda sudah ditumbuhi uban, Anda perlu menanganinya. Cukup rajin mengoleskan minyak kemiri pada pagi sehabis bangun dan malam hari menjelang tidur dapat mengatasi masalah rambut beruban dengan efektif.
Meskipun kemiri belum banyak dipilih untuk menjadi kemasan produk, tetapi banyak orang yang merasakan khasiatnya bagi kesehatan. Anda jangan terpancing dengan khasiat yang ditawarkan dari sebuah produk jika belum ada yang membuktikannya.
Daripada menghabiskan banyak uang hanya untuk merawat kesehatan rambut, kenapa tidak memilih jalan yang lebih aman dan murah, yaitu memanfaatkan kemiri.
Manfaat kemiri yang lain dan patut Anda ketahui juga contohnya mengatasi BAB berdarah, mengobati sembelit, sakit perut, disentri, diare, demam, dan masih ada beberapa lagi.

SUMBER : http://manfaatnyasehat.com/manfaat-kemiri-untuk-kesehatan-dan-kecantikan/

MADU BONTOCANI

KELEBIHAN MADU BONTOCANI

Madu yang terdapat di Bontocani termasuk madu yang terbaik karena hutan-hutan yang ada didalamnya masih bersifat heterogen. Hutan bontocani terdiri dari pohon-pohon yang berbunga yang sebagian besar bisa dijadikan obat. Hutan demikian lebat sehingga memungkinkan menghasilkan madu yang berkualitas. Khusus madu yang berasal dari Desa Langi di akui mujarabnya. Desa Langi terdiri dari beberapa dusun. Klau kita melihat nama dusunnya bisa diartikan tempat tertinggi contoh Langi (atas berarti tinggi), Kalukue (pohon kelapa -diatas), Soppo (dinaikkan diatas pundak), Lamoncong(sama = biru berarti Jauh). 
QS An Nahl; 68-69
Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan  dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). ‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW, dan mengadu, “Wahai Rasulullah, saudaraku terkena diare. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Minumkanlah madu kepadanya”.  Orang itupun kemudian meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi, ia kemudian datang lagi kepada Nabi dan  mengadu untuk kedua kalinya, “wahai Rasulullah, aku sudah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya justru semakin parah”. Nabi SAW pun bersabda lagi,“Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut pun lantas meminumkan madu lagi kepada saudaranya itu. Ia pun kembali datang mengadu, “wahai Rasulullah, minum madu justru semakin memperparah diarenya”. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Maha benar Allah dan telah berdusta perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut lantas pergi, dan meminumkan madu kepada saudaranya. dan tak lama kemudian, saudaranya itu pun sembuh.
Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah, Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, “Rasulullah SAW biasa minum madu setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi hari ketika perut masih kosong”.
Rasulullah SAW bersabda,” Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h.1142, hadist no.3452, bab Madu)
  Gambar Madu Bontocani Bone
Sumber; Buku: Terapi Dengan Madu   oleh Shubhi Sulaiman. Penerbit: Thibbia,
 http://madu74.blogspot.co.id/2016/02/kelebihan-madu-bontocani.html
 

SUKU KERDIL DI DESA LANGI

Liliput atau orang-orang kerdil tidak hanya dikenal dibeberapa wilayah Indonesia. Seperti halnya kelompok orang-orang kerdil yang disebut Suku Oni yang terdapat di Dusun Dekko, Desa Langi, Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Konon cerita mengenai keberadaan orang-orang kerdil yang hidup di Gua Uhallie (Wallie) di tengah hutan Desa Langi ini masih simpang siur. Sebagian warga yang bermukim di sekitar daerah tersebut menjuluki mereka sebagai mahluk setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih kecil.

Menurut cerita warga setempat suku Oni dahulu dikenal sebagai orang-orang yang sangat baik dan mau bergaul dengan warga Dusun Dekko. "Dulu itu kalau ada warga yang mau adakan pesta perkawinan, selalu pinjam perabot dari suku Oni, seperti piring, mangkuk dan yang lainnya. Tapi karena warga peminjam sering tak jujur, hubungan baik itu tidak berlanjut," katanya.

Warga yang dipinjami perabot, menurut warga setempat tidak mengembalikan barang-barang yang dipinjam. Akibat ketidakpercayaan itu, anggota suku Oni membatasi pergaulan dengan warga desa.

Keberadaan suku Oni pertama kali diungkapkan oleh Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka. Ia mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 cm ini, bahkan ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan.

"Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, puluhan tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka. Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar 3 kilometer. Saat hendak masuk memang agak sulit karena mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja, tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," cerita Lukman.

Dikatakan Lukman, tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke dalam goa ini. Mereka yang ingin masuk harus melalui seorang perantara dan harus orang yang tak punya niat jahat. Masih menurut Lukman, bahasa yang digunakan suku ini berbeda dengan bahasa kampung sekitarnya, sehingga komunikasi tidak mudah dilakukan.

Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa "dipancing" keluar tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut goa. Namun beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

Apakah suku Oni benar ada? Seperti halnya kisah "orang pendek" di Kerinci, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar ada. Keberadaan mereka hanya diketahui dari cerita warga yang mengaku pernah melihatnya.

Seperti halnya Liliput yang terdapat di Tanjung Palette Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Konon, kalau malam warga sering melihat orang kecil membawa obor untuk mengambil air di tepi laut. Hal ini diperkuat oleh Andi Bahtiar menurutnya " saya pernah masuk di kawasan hutan Pallette dengan jarak dekat melihat ada orang kecil memakai topi sedang duduk di atas sebuah batu, setelah saya mendekat orang kerdil itu langsung lari menghindar dan tingginya sekitar 40 cm bentuk tubuhnya seperti manusia," katanya
"Siapakah mereka, tidak ada yang tahu." Mungkin saja suku Oni di Bontocani ada hubungannya liliput yang ada di Kawasan Hutan Tanjung Pallette ? Hal ini tantangan Tim Pemburu Hantu atau Tim Pemburu Liliput seperti yang ada di televisi.

Bupati Bone baru-baru ini Sabtu (11/05/2015) mengunjungi Gua Uhallie (Wallie)  tempat tinggal suku Oni, melalui jalan setapak yang dipandu masyarakat setempat akhirnya Bupati bersama rombongan dapat mencapai lokasi gua primitif tersebut.

Dengan harapan ketemu suku Oni namun enggan muncul akhirnya Bupati Bone bersama rombongan hanya sempat berfoto di depan gua bersama warga masyarakat di daerah itu.

SUMBER :  http://pde.bone.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=273:misteri-suku-oni-di-kecamatan-bontocani-&catid=67:berita&Itemid=165

Jumat, 21 November 2014

GUA ANJA dipattuku bontocani

Temuan Situs Gua Prasejarah di Desa Pattuku Kecamatan Bontocani

Gua Anja terdapat di Kecamatan Bontocani tepatnya di desa pattuku, sekitar seratus meter dari permandian umum warga setempat. Menurut warga masyarakat gua anja ini pertama kali di ketahui keberadaannya pada zaman penjajahan karna di jadikan tempat persembunyian dari kejaran penjajah dan dijadikan pula tempat persembunyian barang-barang dari pencurian di zaman penjajahan pada saat itu. Dan Gua ini juga di jadikan tempat peristirahatan oleh para pemburu saat masa berburu.Diperkirakan goa ini pernah dijadikan tempat tinggal pada zaman purbakala berhubung ditemukannya berbagai benda peninggalan didalamnya.
Hasilnya ditemukan sebuah gua prasejarah yang oleh masyarakat sekitar kenal dengan nama Gua anja.Tanda-tanda kekunoan terlihat menyatu dengan bidang dinding gua .Berhubung pengecekan yang dilakukan sifatnya hanya observasi awal, maka gambaran yang diperoleh dan cakupannya hanya pada identifikasi temuan permukaan dan deskripsi singka tmengenai potensi arkeologis yang dikandung gua anja.
Menurut warga yang pernah menaiki gua tersebut sampai lantai paling atas bernama P. Jerredengan dg, suki(alm) sekitar tahun 80an. Dalam perjalanannya dari pagi memasuki gua dan keluar pada sore hari dan –benda peninggalan seperti piring yang terbuat dari tanah liat dll. Dan dia juga mengatakan bahwa lantai paling atas mempunyai tembusan di salah satu gunung dekat lapangan desa karna dalam perjalanannya masuk di dasar goa dan keluarnya di gunung tembusannya goa tersebut lewat lantai paling atas goa itu.
Gua anja ini saat sekarang di jadikan tempat wisata oleh masyarakat sekitar,terutama kalau hari libur biasa banyak pengujung untuk melihat gua tersebut.namun yang sering dinaiki oleh pengunjung hanya sampai tingkat lima saja, berhubung karna jalan dari lantai lima menuju lantai enam agak sulit di lalui. Namun belum begitu di kenal oleh banyak kalangan karna belum di promosikan oleh warga setempat.
 Berikut gambar Gua anja
Di lihat Dari luar pintu masuknya


Di lihat dari dalam bentuk pintu keluarnya seperti dibawah ini


Di bawah salah satu foto dalam Goa lantai dasarnya

Saya tidak bisa mengambil banyak foto dari gua ini berhubung karna pada saat pengambilan foto saya hanya dua orang saja jadi saya tidak berani naik ke lantai berikutnya dan tidak membawa alat penerang, jadi hanya di lantai dasar saja.
Sumber : http://hasyunn.blogspt.com/