Minggu, 21 Februari 2016

POTENSI TAMBANG BONTOCANI

Bontocani merupakan daerah yang berada  diatas 1000 mdpl. Sumber daya alam berlimpah. Hanya saja potensinya belum dikelolah maksimal. Salah satu kendala saat ini adalah jalan yang rusak. Hal ini terjadi karena kemiringan jalan yang tajam. Sebenarnya sudah sering diperbaiki oleh pemerintah. Cuma karena sering longsor, menyebabkan jalan cepat rusak. 

Saat tambang dibuka maka perlu dicarikan jalan alternatif supaya jalan utama tidak rusak saat tambang berjalan. 

POTENSI BAHAN GALIAN MINERAL DAN BATUAN KABUPATEN BONE TAHUN 2013

No.
Bahan Galian
Lokasi (Kec./Desa)
Sifat Kimia dan Pembentukannya
Potensi Kandungan
1.
Batubara
Lappariaja (Pattukku Limpoe, Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kajuara (Lappabosseng), Kahu (Nusa)
1 – 4% Belerang
8 – 11% Kadar Air
20 – 36% Abu
5.100 – 6.800 Kalori
4.626.000 Ton
2.
Mangan
Ponre (Mappesangka Turuadae), Libureng (Mallinrung), Salomekko (Tebba, Ulubalang, Mappatoba) dan Bontocani (Dusun Pakkelangi)
Float Pirolusit
Float Psilomelan
67.281 Ton
Bontocani dalam bentuk Ferromangan 10 Juta Ton
3.
Tembaga
Libureng (Camming, Pationgi), Ponre (Mattirobulu, Mappesangka), dan Patimpeng (Talabangi), Tonra (Desa Samaenre)
10% Cu
13,4% Mn
16% Pb
300 gram/ton Ag
Belum diketahui
4.
Emas Perak
Libureng (Camming, Pationgi), Ponre (Mattirobulu, Mappesangka), dan Patimpeng (Talabangi)
Pengaruh  Intrusi Buatan
Belum diketahui
5.
Bijih Besi
Bontocani (Dusun Pakke Desa Langi, Dusun Tanjung Kel. Kahu, dan Dusun Marara Kel. Kahu), Matajang (Kahu), Libureng (Mallinrung).
Magnetit
Hematit
116.682.200 Ton
6.
Pasir Kuarsa
Lappariaja (Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kahu (Nusa), Kajuara (Lemo), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu)
Warna putih kotor hingga kuning kecoklatan, berbutir sedang-kasar kandungan SiO2 95,75%
12.844.000 Ton
7.
Tanah Liat
Lappariaja (Tenripakkua), Lamuru (Massenrengpulu), Kahu (Nusa), Kajuara (Lemo), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu)
3,21 – 8,85% Al2O3
1,78 – 3,13% Fe2O3
0,10 – 2,62% MgO
51,33 – 82,85% SiO2
Lappariaja (10 Jt m3)
Cina (10 Jt m3)
Bukaka (1 Jt m 3)
8.
Batu Kapur
Ajangale, Amali, Dua Boccoe, Ulaweng, Palakka, Barebbo
Batu Gamping Taccipi
Formasi Walanae
Jutaan m3
9.
Marmer
Bontocani (Watangcani), Ulaweng (Lilina Ajangale), Tonra Kahu (Bontopadang)
Batu Gamping Formasi Tonasa yang terpengaruh tektonik
1.068.375.000 Ton
631.625.000 Ton
Tonra Belum diketahui
10.
Kaolin
Bontocani, Kajuara
Pengaruh Intrusi Diorit, Trakhit dan Granodiorit
Belum diketahui
11.
Sirtu
Kajuara, Salomekko, Bengo, Ponre, Lappariaja, Lamuru, Tanete Riattang Barat, Bontocani, Libureng, Tonra, Mare, Cina, Kahu, Awangpone
Endapan Alluvium sungai
Belum diketahui
12.
Batu Gamping
Bontocani (Watangcani, Mattirowalie, Langi, Pattukku)
Formasi Tonasa
1.873.400.000 m3
13.
Batu Gamping
Ponre (Pattimpa, Poleonro), Libureng (Mallinrung)
Formasi Tacipi
202.376.000 m3
3.750.000 m3
14.
Batu Gamping
Cina (Ajangpulu)
Formasi Dolomitan
23.250 m3
15.
Rhiolit
Tonra (Gareccing, Bone Pute)
Pengaruh Intrusi Buatan Beku
160 Ha
16.
Granit
Kahu (Cakkela), Bontocani (Dusun Tanjung Kel. Kahu, Dusun Bana dan Bulu Rojeng)
Pengaruh Intrusi Buatan Beku
92.160.000 m3
17.
Batu Sabak
Kahu (Biru)
Pengaruh Intrusi Buatan
20.800.000 m3
18.
Propilit
Kahu (Pammusureng)
Pengaruh Intrusi Buatan
374.400.000 m3
19.
Basal
Libureng (Bukit Waru), Tonra (Bulu-Bulu, Bukit Masalle)
Pengaruh Intrusi Buatan
23.000.000 m3
15.000.000 m3
20.
Kalsit
Bontocani (Bulu Koba, dan Dusun Lita Watangcani)
Formasi Tonasa
Belum diketahui
21.
Pasir Halus
Ajangale (S.Walanae Pompanua, Welado, Wanuae), Dua Boccoe (S. Walanae Desa Tawaroe) dan Cenrana (S. Cenrana)
Endapan Aluvium Sungai
240.000 m3
180.000 m 3
Belum diketahui
22.
Dolomit
Tellusiattinge (Desa Lanca), Ulaweng (Desa Tadangpalie) dan Amali (sebelah timur Dusun Bila)
Mineral dominan pada Batu Gamping/ Batu Kapur Dolomitan
Pengelolaan sekitar 6 Ha
23.
BatuGamping/ Batu Gunung
Ulaweng (Bulu Pucu, Watanggalung), Palakka (Pasempe, Akkancenre, Wakkae), Barebbo Bulu Sabung, Bacu, Lampoko, Bulu Lampoko, Wollangi, dan Bulu Assalange)
Batu Gamping Taccipi Anggota Formasi Walanae
Berdasarkan Pengelolaan
24.
Sirtu, Pasir Kasar
Cenrana (S.Cenrana), Tanete Riattang Barat (S.Cabalu, S.Paccing), Palaka (S.Palakka, S.Tanah Tengnga, S.Pasempe), Barebbo (S.Lapellang, S.Lewari), Sibulue (S.Pattiro, S.Ballien), Cina (S.Sancereng), Mare (S.Jamporo, S.Lakukang, S.Salangketo, S.Bakeaju), Tonra (S.Rumpia), Salomekko (S.Mekko), Kajuara (S.Barakkae, S.Tobunne)
Endapan Aluvium Sungai
Belum diketahui

Sumber Data :

1. DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL KABUPATEN BONE TAHUN 2013
2. Geologi Lembar Pangkajene dan Watampone, Rab. Sukamto 1982
3. GTL untuk pengembangan Wilayah Prop. Sul-Sel oleh Darwis Falah. Dkk, 1990
4. Laporan Evaluasi Geologi Lingkungan Kawasan Pertambangan Kab. Bone
5. Ringkasan Ekslusif Pemaparan Hasil Inventarisasi Bahan Galian Mineral
6. Laporan Inventarisasi dan Pemetaan Potensi Pertambangan Kab. Bone Tahun 2000
7. Laporan Inventarisasi Batuan dan Mineral Dinas ESDM Kab. Bone Tahun 2012

SUMBER WEB:

http://kppm.bone.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=54:nullam-at-tellus-vel-elit-viverra-porttitor&catid=80:peluang-investasi&Itemid=127 

1 komentar:

  1. SUNGGUH KAYA NEGRI INI AKAN HASIL BUMINYA,SEMOGA NEGERI INI JAYA UNTUK KEMAKMURAN RAKYATNYA,BY "KARBON AKTIF"

    BalasHapus