Liliput atau orang-orang kerdil tidak hanya dikenal dibeberapa wilayah
Indonesia. Seperti halnya kelompok orang-orang kerdil yang disebut Suku
Oni yang terdapat di Dusun Dekko, Desa Langi, Kecamatan Bontocani
Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Konon cerita mengenai
keberadaan orang-orang kerdil yang hidup di Gua Uhallie (Wallie) di
tengah hutan Desa Langi ini masih simpang siur. Sebagian warga yang
bermukim di sekitar daerah tersebut menjuluki mereka sebagai mahluk
setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang
dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk
biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih
kecil.
Menurut cerita warga setempat suku Oni dahulu dikenal
sebagai orang-orang yang sangat baik dan mau bergaul dengan warga Dusun
Dekko. "Dulu itu kalau ada warga yang mau adakan pesta perkawinan,
selalu pinjam perabot dari suku Oni, seperti piring, mangkuk dan yang
lainnya. Tapi karena warga peminjam sering tak jujur, hubungan baik itu
tidak berlanjut," katanya.
Warga yang dipinjami perabot, menurut
warga setempat tidak mengembalikan barang-barang yang dipinjam. Akibat
ketidakpercayaan itu, anggota suku Oni membatasi pergaulan dengan warga
desa.
Keberadaan suku Oni pertama kali diungkapkan oleh Ahmad
Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka. Ia mengaku pernah berjumpa
dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 cm ini, bahkan ia
mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di
kawasan hutan.
"Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama
kalinya, puluhan tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk
ke dalam perkampungan mereka. Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus
berjalan sekitar 3 kilometer. Saat hendak masuk memang agak sulit karena
mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja, tapi
di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan
bertingkat-tingkat," cerita Lukman.
Dikatakan Lukman, tidak
sembarangan orang diperbolehkan masuk ke dalam goa ini. Mereka yang
ingin masuk harus melalui seorang perantara dan harus orang yang tak
punya niat jahat. Masih menurut Lukman, bahasa yang digunakan suku ini
berbeda dengan bahasa kampung sekitarnya, sehingga komunikasi tidak
mudah dilakukan.
Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa
"dipancing" keluar tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang
diletakkan di mulut goa. Namun beberapa orang yang mencoba cara ini
tidak mendapati kehadiran mereka.
Apakah suku Oni benar ada?
Seperti halnya kisah "orang pendek" di Kerinci, belum ada bukti ilmiah
yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar ada. Keberadaan mereka hanya
diketahui dari cerita warga yang mengaku pernah melihatnya.
Seperti
halnya Liliput yang terdapat di Tanjung Palette Kecamatan Tanete
Riattang Timur Kabupaten Bone. Konon, kalau malam warga sering melihat
orang kecil membawa obor untuk mengambil air di tepi laut. Hal ini
diperkuat oleh Andi Bahtiar menurutnya " saya pernah masuk di kawasan
hutan Pallette dengan jarak dekat melihat ada orang kecil memakai topi
sedang duduk di atas sebuah batu, setelah saya mendekat orang kerdil itu
langsung lari menghindar dan tingginya sekitar 40 cm bentuk tubuhnya
seperti manusia," katanya
"Siapakah mereka, tidak ada yang tahu."
Mungkin saja suku Oni di Bontocani ada hubungannya liliput yang ada di
Kawasan Hutan Tanjung Pallette ? Hal ini tantangan Tim Pemburu Hantu
atau Tim Pemburu Liliput seperti yang ada di televisi.
Bupati
Bone baru-baru ini Sabtu (11/05/2015) mengunjungi Gua Uhallie (Wallie)
tempat tinggal suku Oni, melalui jalan setapak yang dipandu masyarakat
setempat akhirnya Bupati bersama rombongan dapat mencapai lokasi gua
primitif tersebut.
Dengan harapan ketemu suku Oni namun enggan
muncul akhirnya Bupati Bone bersama rombongan hanya sempat berfoto di
depan gua bersama warga masyarakat di daerah itu.
SUMBER : http://pde.bone.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=273:misteri-suku-oni-di-kecamatan-bontocani-&catid=67:berita&Itemid=165
Tidak ada komentar:
Posting Komentar