Minggu, 21 Februari 2016

SUKU KERDIL DI DESA LANGI

Liliput atau orang-orang kerdil tidak hanya dikenal dibeberapa wilayah Indonesia. Seperti halnya kelompok orang-orang kerdil yang disebut Suku Oni yang terdapat di Dusun Dekko, Desa Langi, Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Konon cerita mengenai keberadaan orang-orang kerdil yang hidup di Gua Uhallie (Wallie) di tengah hutan Desa Langi ini masih simpang siur. Sebagian warga yang bermukim di sekitar daerah tersebut menjuluki mereka sebagai mahluk setengah siluman karena sulit dijumpai dan bisa tiba-tiba menghilang dalam kerimbunan hutan. Namun ada juga yang menganggapnya sebagai mahluk biasa yang sama dengan manusia pada umumnya, hanya secara fisik lebih kecil.

Menurut cerita warga setempat suku Oni dahulu dikenal sebagai orang-orang yang sangat baik dan mau bergaul dengan warga Dusun Dekko. "Dulu itu kalau ada warga yang mau adakan pesta perkawinan, selalu pinjam perabot dari suku Oni, seperti piring, mangkuk dan yang lainnya. Tapi karena warga peminjam sering tak jujur, hubungan baik itu tidak berlanjut," katanya.

Warga yang dipinjami perabot, menurut warga setempat tidak mengembalikan barang-barang yang dipinjam. Akibat ketidakpercayaan itu, anggota suku Oni membatasi pergaulan dengan warga desa.

Keberadaan suku Oni pertama kali diungkapkan oleh Ahmad Lukman, mantan kepala Desa Mappesangka. Ia mengaku pernah berjumpa dengan orang-orang yang tingginya hanya sekitar 70 cm ini, bahkan ia mengaku pernah mengunjungi tempat tinggal mereka di dalam gua, di kawasan hutan.

"Waktu terpilih menjadi kepala desa untuk pertama kalinya, puluhan tahun lalu, saya diundang oleh kepala suku Oni masuk ke dalam perkampungan mereka. Untuk mencapai pemukiman itu, kita harus berjalan sekitar 3 kilometer. Saat hendak masuk memang agak sulit karena mulut guanya sangat kecil, hanya bisa dilalui orang kerdil saja, tapi di dalam gua, keadaannya sudah berbeda, terlihat sangat luas bahkan bertingkat-tingkat," cerita Lukman.

Dikatakan Lukman, tidak sembarangan orang diperbolehkan masuk ke dalam goa ini. Mereka yang ingin masuk harus melalui seorang perantara dan harus orang yang tak punya niat jahat. Masih menurut Lukman, bahasa yang digunakan suku ini berbeda dengan bahasa kampung sekitarnya, sehingga komunikasi tidak mudah dilakukan.

Cerita lain menyebutkan, suku Oni bisa "dipancing" keluar tempat persembunyiannya menggunakan buah pisang yang diletakkan di mulut goa. Namun beberapa orang yang mencoba cara ini tidak mendapati kehadiran mereka.

Apakah suku Oni benar ada? Seperti halnya kisah "orang pendek" di Kerinci, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar ada. Keberadaan mereka hanya diketahui dari cerita warga yang mengaku pernah melihatnya.

Seperti halnya Liliput yang terdapat di Tanjung Palette Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Konon, kalau malam warga sering melihat orang kecil membawa obor untuk mengambil air di tepi laut. Hal ini diperkuat oleh Andi Bahtiar menurutnya " saya pernah masuk di kawasan hutan Pallette dengan jarak dekat melihat ada orang kecil memakai topi sedang duduk di atas sebuah batu, setelah saya mendekat orang kerdil itu langsung lari menghindar dan tingginya sekitar 40 cm bentuk tubuhnya seperti manusia," katanya
"Siapakah mereka, tidak ada yang tahu." Mungkin saja suku Oni di Bontocani ada hubungannya liliput yang ada di Kawasan Hutan Tanjung Pallette ? Hal ini tantangan Tim Pemburu Hantu atau Tim Pemburu Liliput seperti yang ada di televisi.

Bupati Bone baru-baru ini Sabtu (11/05/2015) mengunjungi Gua Uhallie (Wallie)  tempat tinggal suku Oni, melalui jalan setapak yang dipandu masyarakat setempat akhirnya Bupati bersama rombongan dapat mencapai lokasi gua primitif tersebut.

Dengan harapan ketemu suku Oni namun enggan muncul akhirnya Bupati Bone bersama rombongan hanya sempat berfoto di depan gua bersama warga masyarakat di daerah itu.

SUMBER :  http://pde.bone.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=273:misteri-suku-oni-di-kecamatan-bontocani-&catid=67:berita&Itemid=165

Tidak ada komentar:

Posting Komentar