KELEBIHAN MADU BONTOCANI
Madu yang terdapat di Bontocani
termasuk madu yang terbaik karena hutan-hutan yang ada didalamnya masih
bersifat heterogen. Hutan bontocani terdiri dari pohon-pohon yang
berbunga yang sebagian besar bisa dijadikan obat. Hutan demikian lebat
sehingga memungkinkan menghasilkan madu yang berkualitas. Khusus madu
yang berasal dari Desa Langi di akui mujarabnya. Desa Langi terdiri dari
beberapa dusun. Klau kita melihat nama dusunnya bisa diartikan tempat
tertinggi contoh Langi (atas berarti tinggi), Kalukue (pohon kelapa
-diatas), Soppo (dinaikkan diatas pundak), Lamoncong(sama = biru berarti
Jauh).
QS An Nahl; 68-69
Dan
Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit,
di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian
makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu
yang telah dimudahkan (bagimu). ‘Dari perut lebah itu keluar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang
memikirkan.”
Bukhari dan Muslim meriwayatkan
dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwa seseorang datang kepada Nabi SAW, dan
mengadu, “Wahai Rasulullah, saudaraku terkena diare. Rasulullah SAW
kemudian bersabda, “Minumkanlah madu kepadanya”.
Orang itupun kemudian meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi,
ia kemudian datang lagi kepada Nabi dan mengadu untuk kedua kalinya,
“wahai Rasulullah, aku sudah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya
justru semakin parah”. Nabi SAW pun bersabda lagi,“Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”.
Orang tersebut pun lantas meminumkan madu lagi kepada saudaranya itu.
Ia pun kembali datang mengadu, “wahai Rasulullah, minum madu justru
semakin memperparah diarenya”. Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Maha benar Allah dan telah berdusta perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut lantas pergi, dan meminumkan madu kepada saudaranya. dan tak lama kemudian, saudaranya itu pun sembuh.
Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah,
Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, “Rasulullah SAW biasa minum madu
setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi
hari ketika perut masih kosong”.
Rasulullah SAW bersabda,” Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h.1142, hadist no.3452, bab Madu)

Sumber; Buku: Terapi Dengan Madu oleh Shubhi Sulaiman. Penerbit: Thibbia,
http://madu74.blogspot.co.id/2016/02/kelebihan-madu-bontocani.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar